Minggu, 31 Maret 2013

Tugas : Kelemahan Pemilu dan Solusinya



Setiap tahun pemilu diadakan rencananya bahkan mengubah pasal UU pemilu sehigga cenderung akan mengubah sistem pemilu secara keseluruhan dan juga dengan ganti UU untuk keuntungan partai bukan untuk mementingkan kedepannya nasib bangsa indonesia dalam menjalankan pemilu. Apalagi di Indonesia yang menganut sistem demokrasi yang mengatakan bahwa kekuasaan berada di tangan rakyat. Berarti rakyat dalam hal bersuara harus benar –benar diperhatikan tidak boleh diabaikan. Ada 2 sistem pemilu yaitu distrik dan proporsional.
Kelemahan dari sistem pemilu distrik (memilih satu wakil) :
  • Banyak sekali suara terbuang sehingga partai kecil merugi.
  • Kurang terakomodir suara dari masyarakat yang minoritas.
  • Kurang memperhatikan kepentingan partai-partai kecil dan golongan minoritas.
  • Kurang representatif : partai yang calonnya kalah dalam satu distrik kehilangan suara yang telah mendukungnya.
  • Kurang efektif dalam masyarakat yang plural karena terbagi dalam kelompok etnis, religius, dan tribal.
  • Si Wakil kemungkinan akan lebih memperhatikan kepentingan distrik daripada kepentingan nasional.
  • Ada kesenjangan persentase suara yang diperoleh dengan jumlah kursi di partai, hal ini menyebabkan partai besar lebih berkuasa.
  • Sistem ini kurang mewakili kepentingan masyarakat heterogen dan pluralis.
  • Wakil rakyat terpilih cenderung memerhatikan kepentingan daerahnya daripada kepentingan nasional.

Kelemahan dari sistem proporsional (memilih beberapa wakil) :
  • Pemilih tidak mengenal siapa yang dipilih.
  • Yang terpilih bertanggung jawab kepada partai bukan kepada rakyat.
  • Kurang mendorong partai-partai untuk berintegrasi atau bekerja sama satu sama lain.
  • Sistem ini memberikan kedudukan yang kuat kepada pimpinan partai karena pimpinan partai menentukan daftar calon melalui Sistem Daftar
    Wakil yang terpilih kemungkinan renggang ikatannya dengan konstituen.
  • Karena banyaknya partai, sulit bagi satu partai untuk memperoleh suara atau kedudukan mayoritas (50% + satu).
  • Berbeda dengan sistem distrik, sistem proporsional kurang mendukung integrasi partai politik. Jumlah partai yang terus bertambah menghambat integrasi partai.
  • Wakil rakyat yang kurang akrab dengan pemilihnya, tapi lebih akrab dengan partainya. Hal ini memberikan kedudukan kuat pada pimpinan partai untuk memilih wakilnya di parlemen.
  • Banyaknya partai yang bersaing menyebabkan kesulitan bagi suatu partai untuk menjadi mayoritas.

Kelemahan pemilu yaitu penghitungan suara yang sangat lambat sehingga memakan waktu dan tenaga, politik uang (money politic) sangat brutal sehingga mementingkan satu golongan saja bukan kepentingan rakyat, indikasi kecurangan sangat besar, keberpihakan pihak penyelenggara demi keuntungan semata, kualitas caleg terutama di DPRD, kebanyakan masyarakat memilih golput karena belum sadar arti partisipasi politik, melanggar hak dasar warga Negara untuk menggunakan haknya untuk memilih waktu hari pencontrengan dan mengabaikan suara rakyat untuk memilih presiden sesuai dengan hati nurani rakyat.

Solusinya :
1.      Pemerintah, hendaknya merumuskan kebijakan mengenai Pemilu dengan sebaik-baiknya, menyeleksi jumlah partai dengan ketat, dan melakukan sosialisasi politik secara maksimal kepada masyarakat dan sebaiknya pemerintah membuat  pembenahan misalnya pendidikan dan pemberian informasi yang lengkap terhadap masyarakat sebagai pemilih.
2.      Parpol, harus komitmen untuk benar-benar tidak melakukan praktek money politik dan apabila terbukti melakukan maka seharusnya didiskualifikasi saja. Hendaknya memaksimalkan fungsi-fungsi partai yang berkaitan dengan komunikasi, partisipasi, dan sosialisasi untuk melakukan pendidikan politik kepada masyarakat.
3.      Masyarakat, harus ikut berpartisipasi untuk mengkaji keputusan Mahkamah Konstitusi dalam menyelesaikan kasus-kasus pemillu agar tidak menyimpang dari peraturan hukum yang berlaku. Supaya tidak mau menerima praktek money politic yang dilakukan oleh partai politik, agar tidak menyesal untuk kedepannya dan tidak golput dalam pemilihan dan juga harus peka terhadap partai politik.
4.  Mahasiswa, seharusnya mahasiswa lebih perduli terhadap informasi terkait dengan perkembangan perpolitikan di Indonesia untuk meningkatkan pandangan dan pemikiran aktual mengenai kondisi bangsa sehingga dapat menularkan ilmu yang didapat kepada orang-orang yang disekitarnya yang belum mengerti tentang pemilu.

Sadarilah apabila kita salah memilih pemimpin akan berakibat fatal karena dapat menyengsarakan rakyatnya. Sebaiknya secara transparan dikemukan kepada publik sumber pendanaan kampaye oleh pihak-pihak yang mendanai tersebut dan harus dibatasi hukum agar tidak berlebihan mengeluarkan biaya sehingga terhindar dari tindak pencarian pendanaan yang melanggar Undang-Undang. Perlu keseriusan dalam penyuluhan pendidikan politik kepada masyarakat dengan penanaman nilai yang aman, damai, jujur dan kondusif dalam memilih. Hal tersebut dapat membantu menyadarkan masyarakat untuk memilih berdasarkan hati nurani tanpa tergiur melakukan hal-hal yang dapat menghancurkan demokrasi.


http://www.lemhannas.go.id/portal/in/daftar-artikel/1634-permasalahan-dan-solusi-pemilukada.html

http://hennidamanik.blogspot.com/2012/11/sistem-pemilu-di-indonesia.html

Rabu, 27 Maret 2013

Tugas : Globalisasi



Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara. Globalisasi sebagai satu proses kehidupan yang serba luas merangkumi segala aspek kehidupan seperti politik, sosial, dan ekonomi yang boleh dirasai oleh seluruh umat manusia didunia ini. Dalam era globalisasi ini, dunia semakin dikecilkan ruangnya daripada yang asal. Globalisasi juga merujuk kepada perpindahan nilai, terutamanya cara berfikir dan gaya bertindak dari satu daerah dunia kpd daerah dunia yg lain. Globalisasi yang diberi arti luas ini adalah suatu hakikat yang tidak dapat dipertikaikan. Hakikatnya globalisasi itu sudah wujud sebelum istilah globalisasi diperkenalkan lagi. Fenomena globalisasi boleh dikiaskan sebagai gelombang yang melanda dunia.

Pengaruh globalisasi menjangkau aspek ekonomi, teknologi, bahasa, budaya, ideologi, politik dan dari segenap aspek kehidupan sesebuah masyarakat. Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.

Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut:
  1. Teknologi yang rumit dan mahal.
  2. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
  3. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut:
  1. Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
  2. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
  3. Pendidikan formal di sekolah.

Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:
a. Selalu meningkatkan pengetahuan;        f.Etos kerja;
b. Patuh hukum;                                               g.Kemampuan memprediksi;
c. Kemandirian;                                                 h.Efisiensi dan produktivitas;
d. Keterbukaan;                                                i.Keberanian bersaing; dan
e. Rasionalisasi;                                               j.Manajemen resiko.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:
a. Lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan;
b.  Lembaga keagamaan;
c.   Indutri internasional dan lembaga perdagangan;
d.  Wisata mancanegara;
e.  Saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
f.    Lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
g.  Lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.

 

Dampak Positif

  • Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
  • Mudah melakukan komunikasi
  • Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
  • Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
  • Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
  • Mudah memenuhi kebutuhan
  • Perubahan tata nilai dan sikap masyarakat
  • Tingkat kehidupan yang lebih baik

 

Dampak Negatif

  • Perilaku konsumtif
  • Membuat sikap individualistik (menutup diri), berpikir sempit
  • Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
  • Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara
  • Kesenjangan sosial

Kesimpulan
Berdasarkan beberapa aspek globalisasi yang telah dibicarakan dapatlah dikatakan bahwa dunia sedang menghadapi satu perubahan yang sangat hebat yang belum pernah berlaku di abad yang lalu. Dimana globalisasi masa kini memerlukan pembentukan generasi muda yang berdaya tahan melalui ilmu dan kemahiran. Penerimaan terhadap perubahan haruslah difikirkan dan diterima secara positif dan membina untuk kemajuan diri,keluarga,agama,bangsa dan negara.

Selasa, 19 Maret 2013

TUGAS 1 BAHASA INGGRIS BISNIS 2


EXERCISE A (SKILL 1-2) No. 1
1.    In the morning after the concert was tired.
The sentence is wrong (W). it’s already has a verb (tired) and extra verb (was), but  there's no subject. The concert is not Subject, it is object of preposition of after. To be correct it need a verb like he, she or it.
In the morning after the concert she was tired.

EXERCISE B (SKILL 1-2) No. 2
2.    The doctor gave the patient a prescription.
The sentence is right (R). There is subject and verb, the sentence gave as a verb and the doctor as a subject.

TOEFL EXERCISE (SKILL 1-2) No.1
1.    Mark Twain ........ the years after the Civil War the “Gilded Age”.
A.   called                   B. he called               C. calling                   D. his calls 

Finding Subjects and Verbs. 
Identified, there is one subject MARK TWAIN and no Verbs. Verbs is needed to complete the sentence. 

Analyzing Answers 
A. Verb is in the form of simple past tense 
B. Is a verb + ing, need to be  a main verb 
C. Is a sentence (there is a subject and a verb) 
D. is not a verb

From the analysis of the response, it can be concluded the answer (A) CALLED is the correct answer could complete the sentence.