Senin, 02 April 2012

Lulusan Idaman Dunia Bisnis


Dalam promosi, sejumlah perguruan tinggi mengklaim mampu mencetak lulusan andal yang siap pakai. Kenyataannya, masih banyak yang dikeluhkan kalangan perusahaan sebagai user “produk”-nya. Kriteria lulusan seperti apa yang kini dibutuhkan para pengelola bisnis?

                Menjelang tahun ajaran baru sejumlah perguruan tinggi sibuk berpromosi. Berbagai kemudahan, keunggulan kurikulum dan model pembelajaran, aneka keuntungan, fasilitas penunjang belajar, hingga kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan terkemuka di luar negeri yang mereka tawarkan. Masing-masing menyebut dirinya sebagai lembaga pendidikan paling unggul, bahkan mereka berani menjamin lulusannya memiliki kualitas sesuai dengan kebutuhan dunia bisnis. Benarkah?
                Sebuah survei kecil dilakukan mencoba mencari tahu lulusan seperti apa yang dibutuhkan perusahaan. Survei dilakukan terhadap 100 profesional SDM level manajer keatas dari berbagai bidang usaha. Dari survei tersebut, sebanyak 53% responden menilai hard skill sangat dibutuhkan dalam melakukan aktivasi kerja di departemennya. Sementara itu, 50% responden juga menilai soft skill sangat dibutuhkan departemennya.
                Kemampuan apa saja yang sebaiknya dimiliki calon karyawan yang akan direkrut untuk posisi entry level? Responden terbesar mengatakan bahwa calon karyawan harus memiliki kemampuan komunikasi, lalu responden sedang mengatakan mengharuskan calon karyawan memiliki kemampuan kerja sama dan responden terkecil menyebutkan calon karyawan harus mempunyai kemampuan kepemimpinan. Ada responden yang mempertimbangkan aspek nilai indeks prestasi komulatif dalam merekrut calon karyawan, ada yang mengatakan penting dan juga ada yang mengatakan tidak penting. Sistem penilaian kinerja karyawan tidak menjadikan pendidikan sebagai komponen utama, melainkan prestasi kerja karyawan.
                Lulusan bidang apa yang dibutuhkan perusahaan dalam 1-5 tahun kedepan? Responden terbesar menyebutkan membutuhkan lulusan bidang ekonomi dan manajemen dan responden terkecil menyebutkan membutuhkan lulusan teknologi informasi. Dalam hal kemampuan bahasa, yang menjadi permintaan standar perusahaan yaitu kemampuan bahasa inggris. Terbukti, berdasarkan hasil survei hampir seluruh 99% responden menyebutkan bahasa inggris sebagai keahlian yang harus dimiliki calon karyawan yang dibutuhkan perusahaan. Dan sebanyak 36% responden membutuhkan calon karyawan yang memiliki keahlian bahasa Mandarin, Jerman, Prancis, Korea,dan jepang yang dinilai nilai tambah..
                Kriteria lain menyebutkan hal yang diminta perusahaan bukan hanya bisa menguasai aplikasi word, excel, power point atau outlook, tetapi juga bisa memanfaatkan Internet berikut saluran jejaring sosial lainnya untuk mendukung kebutuhan kerja.  Menurut hasil survei, lulsan S1 banyak diserap departemen pemasaran dan departemen keuangan. Untuk lulusan S2 dan S3 akan sedikit diserap untuk departemen pemasaran dan departemen keuangan.
                Dalam menjaga jumlah lulusan yang diharapkan, jarang sekali pihak perusahaan menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan baik didalam negeri maupun diluar negeri. Berdasarkan hasil survei responden lebih besar mengaku bekerja sama dengan PT sisanya tidak bekerja dengan PT. Bentuk kerja sama antara lain melalui pemberian kesempatan magang, pemberian beasiswa pendidikan, iklan lowongan dikampus, dan merekrut kampus. Banyak elemen yang dituntut dunia bisnis sebagai anggota untuk PT sebagai pencetak calon karyawan.
                Dalam proses merekrut karyawan, status pendidikan hanyalah sebagai tampilan awal yang dinilai tidak penting. Sebab, kriteria lain lebih fokus pada pengalaman dan profil kandidat. Banyak perusahaan yang mengeluhkan kurangnya ahli yang spesifik  dibidang kerja tertentu. Seharusnya dalam perkuliahan mahasiswa bisa berinteraksi dengan pihak-pihak yang beragam latar belakang pekerjaannya untuk bisa melatih logika berfikir yang efisien, efektif, strategis, sistematis dan konseptual. Juga dengan dalam pembelajaran, kualitas dosenpun harus  lebih ditingkatkan jangan terlalu mengacu pada teori text book saja.
                Jadi, kalangan PT memang perlu memperbaiki diri untuk memenuhi kebutuhan kalangan bisnis yang semakin menuntut.


Penulis                 : A.mohammad B.S & Tutut Handayani
Reportase           : Ahmad Yasir Saputra, Moh. Husni Mubarak, Siti Ruslina, Tutut Handayani
Riset                    : Siti Sumariyati
SWA Sembada hal 76-78, tanggal 26 mei - 9juni 2010